Museum-Museum Unik di Jogja

  Hangout.deals   06 Mar 2017 02:20

Jogja selalu memberi kenangan tersendiri di setiap sudutnya. Tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika datang ke Jogja adalah museumnya. Selain menyimpan peninggalan bersejarah, setiap museum punya keunikannya sendiri-sendiri. Berikut 5 museum di Jogja pilihan Hangout.Deals:

 

De Mata Trick Eye Museum

De Mata Trick Eye Museum merupakan museum dengan koleksi gambar 3 dimensi yang akan menipu mata kalian. Museum ini adalah salah satu yang membuka pikiran kalian yang biasanya memandang museum sebagai tempat yang membosankan dan banyak hal-hal using di dalamnya. Berbeda dengan De Mata Trick Eye Museum, museum ini menyajikan seni 3 dimensi. Ada sekitar 120 gambar dan lukisan tipuan mata yang tampak seakan-akan hendak keluar dari bingkai mereka. Untuk ukuran gambar dan lukisannya bermacam-macam, ada yang hingga 5 meter panjangnya. De Mata Trick Eye Museum adalah museum 3D pertama di DIY dan Jawa Tengah. Lukisan dan gambar-gambar terbagi menjadi beberapa kategori seperti superhero, romance, ornamen, tokoh olahraga, binatang, landscape, sirkus, dan masih banyak lagi. Jadi jika kalian berkunjung ke museum ini jangan lupa untuk foto-foto, berbeda dengan museum lainnya yang biasanya tak dijinkan foto di dalam museum. Lokasi De Mata Trick Eye Museum berada di Basement XT Square Jl. Veteran, Pandeyan, Yogyakarta (bekas terminal lama Umbulharjo). Museum ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 &ndash 22.00.

 

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo merupakan museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional di Jakarta yang memuat koleksi kesenian dan kebudayaan. Museum Sonobudoyo awalnya merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok yang bernama Java Institut yang berdiri tahun 1919 di Surakarta. Selanjutnya pada tahun 1924 berhasil mendirikan museum di Yogyakarta yang diberi nama Sonobudoyo. Pada awalnya museum ini mempunyai koleksi puluhan ribu artefak bersejarah. Pada tanggal 6 November 1935, Museum Sonobudoyo diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang ditandai dengan candra sengkala &ldquo Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha &ldquo. Museum Sonobudoyo merupakan museum yang bersifat umum karena memuat sekiyar 10 jenis koleksi museum yang dikategorikan sebagai berikut : Teknologi, Geologi, Seni Rupa, Biologi, Keramologi, Etnografi, Filologika, Arkeologi, Numismatika dan Historika. Yang terkenal dari museum ini adalah koleksi kerisnya. Tercatat sekitar 1200 buah keris yang menjadi koleksi dari museum ini yang berasal dari berbagai penjuru daerah nusantara. Keris &ndash keris yang berada di museum ini mempunyai bentuk dan tipe yang bermacam-macam. Misalnya keris-keris Jawa yang berbentuk keris luk 7, keris luk 11, keris luk 13, keris lurus dan keris dengan berbagai macam pamor. Seanjutnya keris dari luar Jawa berasal dari Aceh yang berupa keris rencong, Mandau dari Kalimantan, keris dari Madura dan Bali serta keris dari Sulawesi. Museum ini juga mempunyai koleksi sebuah bahan baku pembuatan keris sekitar tahun 700 Masehi yang benama Wesi Buddha. Terdapat juga koleksi yang berupa benda-benda peninggalan dari masa prasejarah sampai dengan masa datangnya Islam di Indonesia. Barang-barang koleksi tersebut seperti kapak batu, teracota, kubur batu, wayang, topeng, kain batik dan lain-lain. Terdapat juga koleksi unggulan yang berupa topeng emas Puspa Sarira yang terbuat dari bahan emas yang merupakan perwujudan dari Gayatri. Lokasi Museum Sonobudoyo terbagi menjadi 2 unit. Unit pertama terletak di Jl. Trikora no. 6 Yogyakarta dan Unit kedua terletak di Ndalem Condrokiranan Wijilan Yogyakarta.

 

Ullen Sentalu

Ullen Sentalu terletak di Jalan Boyong, Kaliurang. Ullen Sentalu adalah museum yang menyimpan aneka koleksi peninggalan Kerajaan Mataram. Kalian yang datang ke Ullen Sentalu akan disambut dengan arsitektur vernacular yang menyatu dengan alam dan dikelilingi pepohonan. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Museum Ullen Sentalu akan dipandu oleh seorang pemandu berpengalaman yang menjelaskan secara rinci mengenai isi museum. Koleksi museum dibagi dalam beberapa ruang. Yang pertama adalah Ruang Seni dan Gamelan yang menyimpan seperangkat koleksi gamelan. Selanjutnya Guwo Selo Giri yang menjadi ruang pamer lukisan tokoh-tokoh yang mewakili 4 figur Dinasti Mataram. Kampung Kambang terbagi menjadi 5 ruang pamer yang mempertontonkan koleksi batik, syair, hingga album hidup GRKay. Siti Nurul Kusumawardhani. Yang terakhir adalah Ruang Sasana Sekar Buwana dan Koridor Letja Randa yang merupakan museum outdoor. Jam buka Ullen Sentalu dari jam 08.30 &ndash 17.00.

 

Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja Kembali atau Monjali merupakan perlambang berfungsinya kembali Pemerintahan Republik Indonesia dan sebagai bukti sejarah ditarik mundurnya pasukan Belanda waktu itu dari Jogja pada tanggal 29 Juni 1949 dan sekaligus kembalinya Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dan pejabat lainnya pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta dari pengasingan. Monumen Jogja Kembali ini dirancang berbentuk gunung yang menjadi lambang kesuburan dan juga merupakan pelestarian dari budaya nenek moyang. Penempatan lokasi bangunan ini pun mengikuti budaya Jogja yaitu terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Parangtritis. Titik imajiner monumen ini terletak pada lantai tiga, tepat pada berdirinya tiang bendera. Memasuki area monumen ini, anda akan disambut oleh replika pesawat Cureng di dekat pintu timur dan pesawat Guntai di dekat pintu barat. Menaiki teras di sebelah barrat dan timur, pengunjung akan disuguhi dua senjata mesin beroda dengan tempat duduknya. Di ujung selatan pelataran anda akan melihat dinding yang bertuliskan 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 &ndash 29 Juni 1949 dan puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar untuk mengenang pahlawan yang tidak diketahui namanya. Terdapat empat jalan untuk menuju bangunan utama monumen ini yang dikelilingi oleh kolam ( jagang). Jalan pada arah barat dan tiimur menghubungkan ke pintu masuk lantai satu, yang terdiri dari empat ruang museum yang menampilkan sekitar 1.000 koleksi yang berhubungan dengan sejarah 1 maret, seperti perjuangan sebelum kemerdekaan hingga Yogyakarta sebagai ibukota RI. Terdapat pula seragam tentara pelajar dan kursi tandu dari Panglima Besar Jendral Sudirman yang masih tersimpan dengan baik. Selanjutnya terdapat ruang sidang utama yang terletak di sebelah ruang museum 1. Terdapat pula ruangan untuk keperluan seminar atau pesta pernikahan yang berbentuk lingkaran berdiameter 25 meter. Selanjutnya jalan utara dan selatan menghubungkan ke tangga menuju lantai dua. Pada dinding luar yang melinkari bangunan terdapat 40 relief ukir yang menceritakan perjuangan rakyat Indonesia dari tanggal 17 Agustus 1945 &ndash 28 Desember 1949. Sedangkan didalamnya terdapat 10 diorama yang menceritakan situasi Belanda menyerang Maguwo pada tanggal 19 Desember 1948, SO 1 Maret, Perjanjian Roem Royen dan Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1949 di Gedung Agung Yogyakarta. Menaiki lantai teratas merupakan tempat hening yang berbentuk lingkaran yang didalamnya terdapat tiang bendera yang dipasang bendera merah putih. Ruangan ini bernama Garbha Graha yang digunakan untuk mendoakan para pahlawan dam mengenang jasa-jasanya.

 

Benteng Vredeburg

Tidak lengkap rasanya kalau berlibur ke Kota Gudeg Yogyakarta tanpa mencoba pergi ke Benteng Vredeburg. Benteng ini merupakan salah satu bangunan bersejarah pada jaman penjajahan Belanda yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I atas permintaan dari pemerintah Belanda pada tahun 1760. Museum Benteng Vredeburg berlokasi di dekat kawasan titik nol kilometer Yogyakarta atau kawasan Malioboro. Benteng ini berbentuk bujur sangkar dan memiliki 4 bastion di setiap sudutnya. Nama ke-4 bastion tersebut adalah Jayaprayitna di sudut tenggara, Jayapurusa di sudut timur laut, Jayawisesa di sudut barat laut, dan Jayaprakosaning di sudut barat daya. Saat ini selain sebagai peninggalan bersejarah, Benteng Vredeburg juga digunakan sebagai museum di mana kita bisa belajar tentang sejarah Indonesia dalam bentuk diorama. Berkeliling Objek Wisata Museum Benteng Vredeburg. Saat memasuki benteng ini akan terasa suasana jaman Belanda dengan arsitektur bergaya Eropa. Benteng ini dikelilingi oleh parit sehingga anda harus masuk ke benteng dengan melewati jembatan penghubung. Dari atas jembatan penghubung ini anda dapat melihat keindahan Kota Yogyakarta. Anda juga bisa melihat keindahan kota saat memasuki area menara pengawas yang ada di benteng ini. Museum yang ada di Benteng Vredeburg menyajikan diorama yang menceritakan tentang sejarah Indonesia. Selain itu, terdapat banyak lukisan dan gambar serta benda-benda peninggalan bersejarah pada jaman penjajahan Belanda.