5 referensi kuliner dengan level pedas tinggi di Jogja

  Hangout.deals   16 Jan 2017 03:56

Buat kamu penggila pedas dan sedang tinggal atau jalan-jalan di kota pelajar Yogjakarta, ada beberapa warung yang menyajikan masakan pedas yang tidak pelit bumbu. Bahkan kamu tidak perlu lagi menambahkan saus cabai karena rasa pedas yang akan kamu rasakan benar-benar membakar lidah. Ini nih beberapa tempat kuliner yang wajib kamu datangi!

 

  1. Sate Petir Pak Nano

 

Sate petir Pak Nano berada di Jl. Ringroad Selatan 90. Menu olahan daging kambing yang disajikan di warung Pak Nano lumayan beragam, mulai dari sate kambing, tongseng daging, balungan/tengkleng, hingga kepala kambing. Level pedas yang tersaji dari mulai TK, SD, SMP, SMA, D3, S1, S2, S3, hingga yang paling pedes adalah level pendekar. Jika kamu berani menjajal level pendekar, berarti kamu akan lulus perguruan kuliner pedas di Jogja. Pak Bondan aja pernah ke sini dan bilang MAK NYUS lho!

 

  1. Entok (Bebek) Slenget Kang Tanir

 

Masih sangat jarang warung olahan entok kalian temui di Jogja. Tetapi ada salah satu warung entok yang terkenal banget di Jogja, yaitu warung entok slenget Kang Tanir. Warung entok slenget Kang Tanir terletak di Rando Songo, Donokerto, Turi, Sleman. Atau lebih mudahnya, warung ini berada di sebelah timur jembatan Sempor atau 200 meter dari kantor polsek Turi.

 

Menu yang ada di warung ini ada dua macam, entok slenget dan tengkleng tulang entok. Slenget sendiri merupakan masakan berupa tongseng atau semur dengan daging entok yang diiris kecil-kecil. Beberapa potong cabai dan merica juga dimasukkan ke dalamnya. Selain rasanya yang mantab, di warung entok slenget Kang Tanir ini bebas mengambil nasi. Pas banget kan buat yang udah laper banget.

 

 

  1. Mie Ayam Miyada

 

Kali ini buat para penggemar mie ayam. Mie ayam Miyada terletak di Jl. Tasura, Paingan, Maguwoharjo, Sleman atau arah jalan menuju kampus Sadhar (Sanata Dharma) Paingan.

 

Warung Miyada ini memiliki 3 macam jenis mie mie biasa, mie hijau yang terbuat dari sayuran, dan mie orange yang terbuat dari wortel. Untuk level pedasnya mulai dari level 0 (sama sekali tidak menggunakan cabai) hingga level 5. Untuk varian mie ayamnya juga lumayan banyak, miyada bakso, miyada pangsit, dan miyada bakso pangsit. Harga yang dibandrol juga tidak terlalu mahal, mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 10.000-an. Cocok &lsquokan untuk kantong anak kost.

 

 

  1. Ayam Geprek Bu Rum

 

Ayam geprek Bu Rum berada di satu ruas jalan yang sama, Jl. Wulung, Demangan, Sleman. Warung kecil ini selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung, apalagi jika jam makan siang tiba. Tidak hanya rasanya yang enak, harga yang dipatokpun sesuai dompet mahasiswa, tidak lebih dari Rp 15.000 kamu sudah mendapat nasi lengkap dengan lauk dan minumannya.

 

Menu utama di warung ini adalah ayam crispy berbalut tepung kemudian digeprek di atas cobek sampai hancur dengan beberapa cabe, tomat, terasi, bawang, dan sedikit garam. Kamu bisa kok meminta jumlah cabe yang kamu mau. Penyajiannya juga unik, karena selain nasi dan ayam geprek, kamu juga bisa request kuah tongseng dalam piring yang terpisah. Perpaduan antara pedasnya cabe dengan panasnya kuah tongseng benar-benar segar.

 

  1. Gudeg mercon Yu Yah

 

Gudeg mercon Yu Yah yang terletak di Jalan Magelang km 5 ini baru buka pukul 1 dini hari. Walaupun jam bukanya yang lain daripada yang lain, justru hal ini yang menarik minat para pembeli. Bahkan, banyak juga artis ibukota yang menjadi pelanggan setia dari gudeg mercon Yu Yah.

 

Menu yang disajikan tidak hanya gudeg mercon, banyak juga lauk pauk pedas lainnya yang menggugah selera. Kamu bisa mencicipi ragam olahan oseng mercon, mulai dari mercon tempe, mercon usus, mercon kikil, dan mercon daun kates. Selain gudeg dan mercon, warung gudeg Yu Yah juga menyediakan bubur, cocok banget buat kamu yang gak terbiasa sarapan nasi di pagi buta.