10 Negara Penghasil Kopi Terbesar Di Dunia

  Hangout.deals   20 Feb 2017 04:08

Kopi dipopulerkan oleh bangsa Arab kemudian disebarkan ke seluruh dunia oleh bangsa Eropa. Sampai saat ini terdapat lebih dari 50 negara penghasil kopi di dunia. International Coffee Organization mencatat ada empat jenis kopi yang aktif diperdagangkan, yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. 99% didominasi kopi aranika dan robusta, sisannya liberika dan excelsa. Kopi telah diperdagangkan secara global sejak abad ke-17. Kopi pernah menjadi komoditas nomer dua setelah minyak bumi sebagai komoditas terbesar yang diperdagangkan secara global. Berikut adalah 10 negara penghasil kopi terbesar:

 

Brasil

Brasil merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia, mendominasi pasar ekspor sejak tahun 1830. Hingga saat ini pangsa pasar ekspor Brasil mencapai 30% dari total peradagangan kopi global. Brasil juga sekaligus menjadi produsen arabika terbesar dunia mengingat sekitar 80% produksi kopi Brasil merupakan kopi arabika.

Tahun 2015/2016, Brasil memproduksi 2,9 juta ton.

 

Vietnam

Walapun Vietnam dianggap pemain baru dalam perkopian, tetapi Vietnam menempati urutan kedua sebagai penghasil kopi terbesar di dunia. Kopi dibawa ke Vietnam oleh bangsa Perancis di abad ke-19. Perkembangan tanaman kopi di Vietnam mulai ramai dan besar pasca berakhirnya perang tahun 1975. Puncaknya pada tahun 1990-an, produksi kopi di Vietnam tumbuh 20-30% setiap tahun. Jenis kopi yang diproduksi Vietnam adalah robusta. Negara ini mengukuhkan diri sebagai produsen robusta terbesar di Dunia.

Tahun 2015/2016 Vietnam memproduksi 1,65 juta ton biji kopi.

 

Kolombia

Kolombia mengembangkan kopi sejak tahun 1790 dibawa oleh misionaris Eropa. Namun negara ini baru bisa mengeskpor kopi pada tahun 1835. Sejak saat itu kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan penting di Kolombia.

Tahun 2015 Kolombia memproduksi 840 ribu ton biji kopi.

 

Indonesia

Di abad ke-17 Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia. Terkenal dengan nama kopi jawa (Java Coffee). Kopi masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Belanda pada tahun 1669. Tanaman kopi generasi pertama di Indonesia adalah arabika. Karena serangan penyakit, dikemudian diganti dengan liberika dan berganti lagi menjadi robusta. Saat ini sebagian besar produksi kopi Indonesia adalah robusta yang mencapai 83% dari total produksi, sisanya arabika sebanyak 17% dan sebagian kecil liberika dan excelsa.

Tahun 2015/2016 Indonesia memproduksi 691 ribu ton biji kopi.

 

Etiopia

 

Etiopia merupakan negara asal tanaman kopi jenis arabika (Coffea arabica). Meskipun asal tanaman kopi dari negera ini, namun minuman dari kopi dipopulerkan oleh bangsa Arab. Dari Etiopia kopi dibawa ke Arab oleh para pedagang kemudian disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang Eropa.

Tahun 2015 Etiopia memproduksi 402 ribu ton biji kopi.

 

India

Kopi pertama kali masuk ke India pada tahun 1695 dibawa oleh peziarah yang baru pulang berhaji dari Mekah dan Madinah. Tanaman ini dikembangkan di Chickmaglur, daerah pegunungan di Mysor. Pada tahun 1840 bangsa Inggris juga mulai membuka perkebunan kopi di India. Sekitar 92% produksi kopi India terkonsentrasi di tiga provinsi yakni Karnataka, Kerala, dan Tamilnadu. Sama seperti di Indonesia, pada awalnya jenis kopi yang berkembang di India arabika namun saat ini jenis robusta mendominasi 64% produksi kopi.

Tahun 2015/2016 India memproduksi 350 ribu ton biji kopi.

 

Honduras

Kopi mulai dikembangkan di Honduras pada tahun 1804 dari tanaman yang ada di kepulauan Karibia. Bibit awal yang berkembang di kepulauan Karibia diduga berasal dari tanaman kopi di Pulau Martinique yang dibawa Perancis dari Belanda. Sampai abad ke-20 hasil perkebunan terpenting di Honduras adalah pisang, baru pada abad ke-21 kopi mengalahkan pisang sebagai komoditas perkebunan terpenting di Honduras.

Tahun 2015/2016 Honduras memproduksi 324 ribu ton biji kopi.

 

Uganda

Uganda merupakan habitat asli tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Kopi jenis lain seperti kopi arabika baru dikenalkan ke Uganda pada tahun 1900-an. Kopi menjadi komoditas perkebunan penting di Uganda sejak tahun 1980-an. Saat ini Uganda sedang gencar-gencarnya mengembangkan kopi robusta yang merupakan tanaman asli negara itu.

Tahun 2015/2016 Uganda memproduksi 240 ribu ton biji kopi.

 

Guatemala

Kopi mulai dikembangkan di Guatemala pada tahun 1850-an. Komoditas ini dengan cepat menjadi primadona ekspor Guatemala. Lebih dari 60% produksi kopi di Guatemala di ekspor. Tahun 2013 terjadi serangan penyakit tanaman kopi di Guatemala. Sekitar 70-90% tanaman kopi rusak atau dihancurkan saat itu. Saat ini Guatemala tercatat sebagai 10 besar negara penghasil kopi.

Tahun 2015/2016 Guatemala memproduksi 198,6 ribu ton biji kopi.

 

Peru 

Tahun lalu, Peru tidak termasuk 10 besar negara penghasil kopi. Tahun ini posisinya naik, dan menggeser Meksiko dari urutan 10 besar.

Tahun 2015/2016 Peru memproduksi 198 ton biji kopi.